SAMPAH BERSERAKAN DI JEMBATAN DUSUN NDORA DESA SAMILI MEMBAWA WABAH PENYAKIT

        SAMPAH BERSERAKAN DI JEMBATAN            DUSUN NDORA DESA SAMILI
        MEMBAWA WABAH PENYAKIT

             Oleh : Raudatul Fitri(E1B020127)


Desa Samili Kec. Woha Kab. Bima, Dusun Ndora Masyarakat membuang sampah sembarangan disungai mengakibatkan tersumbatnya sampah sehingga sampah mengapung mengakibatkan air sungai tercemar dan tidak lancar mengalir, Sungai yang penuh dengan sampah menjadi salah satu masalah yang paling umum dalam masyarakat dusun ndora Sampah yang dibuang sembarangan ke sungai menjadikan air sungai kotor dan bau ataupun mengakibatkan Penumpukan sampah di dasar sungai.

Salah satu warga dusun ndora umrah selaku ibu kepala dusun mengatakan bahwa masyarakat ndora memiliki alasan tersendiri untuk membuang sampah disungai karena “warga disini membuang sampah disungai karena capek menunggu petugas sampah yang datang dan juga capek untuk menyimpan sampah disebelahan jalan karena jarak dari rumah mereka dan jalan 
raya agak jauh sedangkan jaraknya dengan sungai sangat dekat, karena disini juga petugas sampah yang datang mempunyai jadwal tersendiri yaitu 2X seminggu dalam hal ini sampah setiap hari terus bertambah sedangkan jadwal petugas sampah hanya 2X, menyebabkan sampah di tiap-tiap rumah warga bertambah setiap harinya makanya warga lebih memilih membuang 
sampah disungai”.

Menurutnya sampah yang terlihat menumpuk dan mengapung dilokasi tersebut “Tidak hanya warga dusun ndora yang membuang sampah disungai tersebut melainkan warga desa kalampa juga karena sungai ini jaraknya dengan kedua desa tersebut sangat dekat dan bisa berjalan kaki kalau ingin membuang sampah disungai sehingga sampah disungai terus bertambah setiap harinya dan mengapung didasar sungai”.

Semakin banyak limbah sampah yang dihasilkan oleh masyarakat, kurangnya tempat yang aman untuk membuangnya, sampah juga sebagai tempat berkembang dan sarang dari nyamuk, serangga, tikus dan juga bisa juga ular, menjadi polusi dan pencemaran tanah, air, dan udara 
bukan lagi tempat hidup untuk masyarakat melainkan menjadi sumber tempat hidup untuk kuman, bakteri maupun penyakit.

Dan sa’at ini akibat dari membuang sampah disungai semakin bersarangnya penyakit-penyakit diantaranya nyamuk cingunyah, mengakibatkan tubuh anak-anak kecil mudah panas dan badannya terasa sakit, tidak hanya anak anak yang menjadi penyebab utama dari nyamuk cingunyah melainkan orang dewasa juga sering mempunyai keluhan digigit oleh nyamuk cikunyah tetapi anak-anak lebih mudah bersyarangnya penyakit ketimbang orang dewasa.

Jadi, untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sungai tidak tercemar, maka masyarakat 
diharapkan tidak membuang sampah ke sungai, dan bekerja sama dengan lapisan masyarakat demi melestarikan sungai agar tetap bersih dan tenang demi kebaikan bersama dalam kehidupan bermasyarakat. Solusi agar masyarakat tidak membuang sampah disungai dan mengapungnya 
sampah di dasar sungai adalah dengan membakar sampah-sampah tersebut secara merata setiap hari agar tidak bertumpuk tetapi jangan ditengah masyarakat agar tidak terjangkit polusi dan sebagainya diharapkan sampah dibakar agak jauh dari pemukiman warga supaya lebih aman.

#JurnalistikAsyik

Komentar

Posting Komentar